Ketika memilih jalan yang hendak dilalui,aku memilih jalan yang mengarah ke barat. Jalan itu bermula di hutan masa kanak-kanak,dan berujung di kota keberhasilan. Tasku penuh dengan pengetahuan,tapi juga beberapa kekhawatiran dan beban. Bawaan ku yang paling berharga adalah impian memasuki gerbang cemerlang kota keberhasilan.
Aku sampai disungai tek terseberangi,dan khawatir impianku telah lenyap. Tetapi menemukan sebuah karang tajam,memotong sebatang pohon,menciptakan sebuah jembatanyang lalu kuseberangi. Hujan mulai turun,dan aku begitu dingin,menggigil dan mulai ragu-ragu. Tapi aku membuat payung dari daun-daun dan menangkis semua air dingin.
Perjalan itu ternyata lebih lama dari yang kurencanakan,aku tak lagi punya sisa makanan. Dari pada kelaparan sebelum impian tercapai,aku belajar memancing. Aku lelah sekali akibat jalan tanpa henti dan aku teringat pada beban ditasku. Satu persatu beban ku buang,menambah kecepatan lagi,tinggal kekhawatiran yang menghalangiku.
Aku bias melihat kota keberhasilan,hanya diseberang kumpulan pohon. Akhirnya tujuanku tercapai,tetapi gerbangnya terkunci penjaga gerbang mengerunyitkan kening dan mendesas “kau telah menyia-nyiakan,waktu mu,Aku tak bias mengizinkanmu masuk. Namamu tak ada dalam daftarku”
Aku berteriak dan menjerit,mengguncang-guncang dan menendang,merasa hidupku baru saja berakhir. Untuk pertama kalinya sepanjang hidupku,kupalingkan kepala,dan untuk pertama kalinya menghadap ke Timur.
gushar, janji sih mudah di ucapkan pak...!!! tapi pelaksanaan dan kenyataanya bagaimana yok mari kita tunggu bersama..!!siapapun yang jadi presiden please jalankan tugasnya dengan bener dan ayomin rakyat dari kesusahan,ok..