Predikat "yang terbaik", "paling canggih" dan "paling cepat" sudah menjadi semacam piala yang diperebutkan para produsen teknologi. Dengan piala itu, tiket untuk mendapatkan konsumen serasa di tangan. Maka tidak heran bila urusan banding membandingkan produk satu dengan lainnya menjadi hal yang menurut para penjaja teknologi adalah berita penting yang perlu diketahui masyarakat luas.
Demikian pula yang terjadi antara Oracle dengan Microsoft, dua raksasa software yang mengklaim sebagai yang paling besar.
Awal minggu ini Oracle Corporation mengumumkan dua temuan yang membandingkan performa dan biaya kepemilikan (TCO atau Total Cost of Ownership) antara Oracle9i Database dan Microsoft SQL Server.
Menurut temuan Oracle tersebut, produk Oracle9i Database 24 persen lebih cepat dan 43 persen lebih murah dalam biaya kepemilikan dibanding produk SQL Server dari Microsoft. Dengan kata lain Oracle ingin mengabarkan bahwa mereka mampu membuat database tercepat dengan biaya terendah. Adapun performa tertinggi Oracle itu dicapai dalam hal proses transaksi online (OLTP atau online transaction processing) untuk Oracle9i Database Enterprise Edition rilis 2, yang berjalan di atas sistem eServer pSeries 690 tunggal IBM dengan 32 prosesor dan AIX 5L V.5.2 operating system.
Dalam uji benchmark TPC-C di atas, server database Oracle mencapai 427,760.83 transaksi per menit (tpmC) dan 17,75 dollar AS/tpmC, mengalahkan hasil server tunggal terbaik Microsoft SQL Server pada 32 prosesor sebesar 24 persen.
Untuk diketahui, TPC-C adalah sebuah benchmark OLTP yang dikembangkan oleh Transaction Processing Performance Council (TPC). TPC-C benchmark menentukan sebuah standar untuk mengkalkulasi performa dan harga banding performa yang diukur masing-masing oleh transaksi per menit (tpmC dan dollar AS/tpmC).
Sementara temuan perbandingan kedua diambil dari studi pelanggan yang diselenggarakan oleh perusahaan riset INPUT dengan tajuk "Comparative Study of Relational Databases Underlying Packaged Applications." Studi itu menyimpulkan bahwa biaya kepemilikan Oracle9i Database adalah 43 persen lebih rendah dibanding dengan Microsoft SQL Server.
Kesimpulan tersebut diambil berdasar data pelanggan real-world dari 30 organisasi yang memakai 44 aplikasi yang berbeda. Hal yang diadu antara lain metrik skalabilitas e-business penting, availability, kemudahan implementasi dan kesesuaian dengan aplikasi terpaket.
Bagaimana Tanggapan Microsoft?
Dengan memberi pengertian bahwa sebuah produk dibandingkan dengan produk lain dalam berbagai aspek, berbagai platform dan untuk menjalankan aplikasi yang beragam, Microsoft tetap yakin produknya lebih unggul.
Dikatakan Microsoft, rekor hasil benchmark OLTP transaction (TPC-C) tetap menempatkan Microsoft SQL Server 2000 Enterprise Edition pada urutan pertama dengan kecepatan 709,220 tpmC dan 14.96 dollar AS/tpmC. System ini berjalan diatas HP Proliant DL760-900-256P clustered. Sementara Oracle hanya menempati urutan ke-4.
Hasil selengkapnya dari perbandingan ini bisa dilihat di http://www.tpc.org/tpcc/results/tpcc_perf_results.asp?resulttype=all&version=5
Lebih jauh, diungkapkan Microsoft, benchmark web transaction (TPC-W), 9 ranking teratas juga ditempati oleh SQL Server 2000 dan Microsoft Windows Server 2000. Data mengenai perbandingan ini dapat dilihat di http://www.tpc.org/tpcw/results/tpcw_perf_results.asp
"Jadi secara keseluruhan TPC tetap menempatkan SQL Server 2000 dan Windows 2000 Server sebagai leader," ungkap Arif Darmawan, Corporate Technical Marketing Manager Database & Applications Microsoft Indonesia. "Sebagai catatan hasil TPC ini selalu diupdate (www.tpc.org) tapi sejak SQL Server 2000 direlease pertama kali, November 2000 sampai sekarang, tetap mengungguli Oracle, baik itu 8i maupun 9i, maupun IBM DB2 dalam masalah price dan performance," lanjutnya.
Untuk memperkuat hal itu, Arif menambahkan data dari NerveWire (www.nervewire.com) yang menunjukkan bahwa SQL Server TCO 47 persen lebih rendah daripada Oracle. TCO ini dihitung mulai dari biaya implementasi, support sampai day-to-day administrative cost.
Lalu siapa yang lebih unggul? Meski jawaban dari pertanyaan ini penting, tapi sebenarnya hal yang lebih baik untuk diketahui konsumen adalah bahwa perlombaan dan perbandingan produk-produk ini akan membuat masing-masing perusahaan berusaha menghadirkan yang terbaik dan yang paling unggul. Dan dengan makin baiknya produk yang dihasilkan, maka pada akhirnya konsumen pula yang diuntungkan.
Sumber: http://www2.kompas.com/teknologi/news/0301/24/012751.htm
Artikel ini telah dilihat sebanyak 526 kali.